Kamis, 29 Agustus 2013

MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR



PENYELENGARAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR,
PERMASALAHAN SERTA SOLUSI YANG DILAKUKAN


A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di masyarakat dan kebudayaan.Pendidikan dapatdiperoleh dari keluarga, masyarakat dan sekolah. Faktor-faktor yang mempengaruhinya baik faktor yang menghambat maupun yangmendukung terhadap tercapainya tujuan pendidikan baik itu yang timbul dari lingkungan orang tua, guru atau siswa itu sendiri.      
Di zaman modrenisasisaat ini merupakan suatu tantangan bagi bangsa Indonesia. Bagaimana kita dapat mempersiapkan siswa agar mereka dapat hidup produktif dan sukses di masa depan, Salah satu penyelesaiannya adalah dengan mempersiapkan siswa menghadapi perubahan-perubahan, yaitu menitikberatkan pada keterampilan-keterampilan tertentu seperti keterampilan pemecahan masalah, keterampilan menganalisa data, berpikir secara logis, membuat keputusan, menyelesaikan masalah nyata dan lain-lain.
Sebagai guru Bahasa Inggris, tugas kita adalah mempersiapkan siswa dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna yang akan merangsang pemikiran mereka, dan membantu mereka menguasai keterampilan-keterampilan yang dapat mereka bangun untuk kehidupan yang sukses dan menguntungkan di masa depan.
Pada dasarnya seorang guru selalu berusaha agar sekecil mungkin tidak ada siswa yang gagal dalam belajar. Namun kenyataan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris  di SMP Perti Padang adalah rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris ditunjukkan oleh kenyataan rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai materi dalam proses belajar mengajar di kelas.
Kasus yang penulis temukan di saat melaksanakan praktek lapangan, yang mengakibatkan tidak hanya rendahnya nilai siswa pada mata pelajaran bahasa inggris, namun minat untuk belajar bahasa inggris menjadi menurun, siswa menganggap bahwasanya mata pelajaran bahasa inggris merupakan pelajaran yang sangat sulit dan membosankan.
Adapun kasus-kasus yang penulis temukan di dalam kelas selama proses belajar mengajar antara lain:
1.                        motivasi belajar rendah
2.                        Siswa kurang aktif dalam belajar
3.                        management kelas/pengelolaan kelas
4.                        Siswa yang tidak mau di atur
5.                        Siswa yang hiper aktif .
6.                        Siswa yang suka ribut
7.                        Siswa yang suka mengejek temannya jika bertanya atau memberikan pendapat

Pada kenyataannya kasus-kasusdiatas masih banyak guru yang belum bisa megatasi masalah tersebut, Bila kondisi belajar mengajar seperti ini dibiarkan terus menerus maka akan menyebabkan kualitas belajar siswa akan semakin rendah karena pelajaran yang membosankan dan tidak menarik.
 Hal ini membuat siswa tidak termotivasi untuk mengikutinya pelajaran. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, sangat penting bagi guru untuk mencari solusi yang tepat agar siswa dapat belajar dan mendapat kan hasil yang baik..
Oleh sebab itu penulis bermaksud untuk melakukan penelitian bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut, atau bagaimana mencari solusi yang tepat agar siswa bisa belajar dengan baik dan mendapatkan kesuksesan di masa yang akan datang.
                                        
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Sebagaimana dikemukakan dalam latar belakang masalah di atas, banyak kasus atau masalah yang penulis temukan disaat melaksanakan praktek lapangan di SMP Perti Padangantara lain adalah:
1.      motivasi siswa dalam belajar yang rendah
2.      Siswa kurang aktif dalam belajar
3.      management kelas/pengelolaan kelas
4.      Siswa yang tidak mau di atur
5.      Siswa yang hiper aktif .
6.      Siswa yang suka ribut
7.      Siswa yang suka mengejek temannya jika bertanya atau memberikan pendapat



C. BATASAN MASALAH
Mengingat banyaknya masalah yang penulis temukan disaat melaksanakan program pelatihan, maka penulis membatasi masalah yang akan di teliti, yaitu
pengaruh  management kelas dan motivasi belajar terhadap hasil belajar
Penulis mengangkat masalah ini dilatar belakangi oleh hasil belajar di kelas. Berdasarkan hasil belajar tersebut jelas sekali perbedaan antara siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi dan suka belajar bahasa Inggris akan mudah memahami dan memperoleh hasil yang bagus. Sedangkan sebagian siswa yang motivasinya belajar nya rendah akan mengsilkan hasil yang rendah dan berpengaruh terhadap suasana kelas, karena ketika di beri latihan ,siswa yang motivasi nya rendah akan mencoba menggangu teman nya dan hanya bisa melihat hasil teman. sehingga pengelolaan kelas harus tepat.

A.    TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.                   Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana solusi dalam mengatasi kurangnya motivasi siswa dan pengelolaan kelas yang tepat.
2.                   Manfaat penelitian
Penelitian ini hendaknya ini diharapkan berguna bagi:
a.       Siswa, sebagai bahan bacaan agar siswa tahu betapa banyak hal-hal yang membuat mereka lalai dan kurang termotivasi dalm belajar.
b.      Guru, sebagai bahan masukan dalam usaha mengatasi masalah siswa yang kurang motivasi dalam belajar dan tata cara pengelolaan kelas yang tepat
c.       Penulis, untuk melengkapi persyaratan penilaian kegiatan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan, serta meningkatkan profesionalitas dan mengembangkan potensi penulis dalam melaksanakan pengajarn
BAB III
KAJIAN TEORI


A.    PENGERTIAN MOTIVASI
                  Motivasi merupakan hal yang sangat di butuhkan ketika kita melakukan suatu pekerjaan atau dalam melakukan hal apapun. Pada kenyataannya setiap orang akan lebih giat, lebih rajin, lebih semangat jika ada hal-hal yang memotivasinya dalam mencapai tujuan yang di inginkannya. Menurut Handoko (2003:252) motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.Lebih jauh Nawawi (2003:351) menjelaskan pengertian motivasi adalah suatu keadaan yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar.Artinya ketika seseorang melakukan sesuatu ada hal-hal yang secara sadar ingin dilakukan karna adanya sesuatu yang mendorongnya melakukan sesuatu atau karna sebab-sebab tertentu.
                  Menurut Mc. Donald sebagaimana dikutip Sardiman A.M (1990:73) bahwamotivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Berdasarkan pengertian yang dikemukakan Mc. Donald ini maka motivasi mengandung tiga elemen penting yaitu :
a.       Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi terhadap cara dan semangat dalam bekrja.
b.      Motivasi ditandai dengan munculnya, rasa”feeling”. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, perasaan dan emosi yang dapat menentukan tingkah-laku manusia.
c.       Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculannya karena terangsang/terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan.
Dengan ke tiga elemen di atas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan berhubungan dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan, kebutuhan atau keinginan.

Dalam kegiatan belajar-mengajar, apabila seorang siswa misalnya tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan, maka perlu diselidiki sebab-sebabnya. Sebab-sebab itu biasanya bermacam-macam, mungkin ia tidak senang, mungkin sakit, lapar, ada problema pribadi dan lain-lain. Hal ini berarti pada diri anak tidak terjadi perubahan energi, tidak terangsang perasaanya untuk melakukan sesuatu, karena tidak memiliki tujuan atau kebutuhan belajar. Keadaan semacam ini perlu dilakukan daya upaya yang dapat menemukan sebab-sebabnya dan kemudian mendorong seorang siswa itu untuk mau melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan, yakni belajar. Dengan kata lain siswa itu perlu diberikan rangsangan agar tumbuh motivasi pada dirinya.

B.     FUNGSI MOTIVASI
            Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan siswa. Hawley (Yusuf 1993 : 14) menyatakan bahwa para siswa yang memiliki motivasi tinggi, belajarnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Hal ini dapat dipahami, karena siswa yang memiliki  motivasi belajar tinggi akan tekun dalam belajar dan terus belajar secara kontinyu tanpa mengenal putus asa serta dapat mengesampingkan hal-hal yang dapat  mengganggu kegiatan belajar yang dilakukannya.
            Menurut Ridwan (2005:200) fungsi motivasi adalah:
a.       Mendorong anak dalam melaksanakan sesuatu aktivitas dan tindakan
b.      Dapat menentukan arah perbuatan seseorang
c.       Motivasi berfungsi dalam menyeleksi jenis-jenis perbuatan dan aktivitas seseorang.
Sedangkan menurut Hamalik (2000 : 175) menyatakan fungsi motivasi adalah :
a.       Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti belajar.
b.      Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan.
c.       Sebagai pengerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Kuat lemahnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan seseorang.
Berdasarkan fungsi motivasi di atas jelas bahwa motivasi sangat penting dalam proses belajar mengajar, karena motivasi dapat mendorong siswa untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Motivasi dapat memberikan semangat kepada siswa dalam kegiatan-kegiatan belajarnya dan memberi petunjuk atas perbuatan yang dilakukannya.Berdasarkan pernyataan tersebut, maka harus dilakukan suatu upaya agar siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi.Dengan demikian siswa yang bersangkutan dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
C.    PERANAN MOTIVASI DALAM BELAJAR
Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan terjadinya suatu perbuatan atau tindakan.Perbuatan belajar pada siswa terjadi karena adanya motivasi untuk melakukan perbuatan belajar. Motivasi dipandang berperan dalam belajar karena motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut :
  1. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau kegagalan perbuatan belajar siswa. Belajar tanpa motivasi kiranya sulit untuk berhasil.
  2. Pengajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang dimiliki oleh siswa.
  3. Pengajaran yang bermotivasi membentuk aktivitas dan imaginitas pada guru untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang sesuai dan serasi guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. Guru senantiasa berusaha agar siswa-siswa pada akhirnya memiliki (self motivation) yang baik.
  4. Berhasil atau tidak berhasilnya dalam membangkitkan penggunaan motivasi dalam pengajaran sangat erat hubungan dengan aturan disiplin dalam kelas.
  5. Azas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral dari asas-asas mengajar. Penggunaan motivasi dalam mengajar bukan saja melengkapi prosedur mengajar, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pengajaran yang efektif. Demikian pengajaran yang berasaskan motivasi adalah sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Siswa dalam belajar hendaknya merasakan adanya kebutuhan psikologis yang normatif.Siswa yang termotivasi dalam belajarnya dapat dilihat dari karakteristik tingkah laku yang menyangkut minat, ketajaman, perhatian, konsentrasi, dan ketekunan.Siswa yang memiliki motivasi rendah dalam belajarnya menampakkan keengganan, cepat bosan, dan berusaha menghindar dari kegiatan belajar.Disimpulkan bahwa motivasi menentukan tingkat berrhasil tidaknya kegiatan belajar siswa.

 D.  KURANGNYA MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR
Proses belajar mengajar merupakan hal yang sangat membosankan jika kita menjalaninya tanpa motivasi atau dorongan. Artinya jika motivasi kita tinggi maka kemungkinan keberhasilan juga akan sangat dekat dengan. Tapi pada kenyataanya masih banyak siswa yang kurang motivasi dalam belajar seperti yang penulis temui ketika mengajar di SMP Perti Padang diantanya disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
1.      Siswa masih kurang paham mengenai tujuan belajar itu sendiri
Pada umumnya siswa selalu bertanya kenapa kita harus belajar, untuk apa pelajaran ini, terutama pada pelajaran seperti matematika, kimia, ataupun fisika. Siswa selalu beranggapan bahwa yang mereka pelajari tidak ada gunanya dalam kehidupan sehari-hari. Maka disini tugas seorang guru adalah menjelaskan kembali apa dan untuk apa mereka belajar.
2.      Siswa cepat bosan dan tidak semangat dalam belajar
Belajar merupan hal yang sangat membosankan jika kita hanya duduk-duduk saja, bisa kita bayangkan delapan jam pelajaran adalah waktu yang sangat lama dan siswa umumnya akan cepat bosan dengan pelajaran itu sendiri. Maka dalam hal ini seorang guru harus pandai dal memberikan materi yang membuat siswa tidak bosan dan tetap semangat dalam belajar.Seorang guru bisa mengkombinasikan belajar dengan bermain atau belajar sambil memberikan motivasi-motivasi kepada siswa.
3.      Siswa menganggap pelajaran itu tidak penting
4.      Kurangnya kasih sayang atau perhatian dari guru
Kasih sanyang atau perhatian adalah hal yang paling dibutuhkan siswa ketika menghadapi hal apapun termasuk ketika belajar.Kadang siswa malas, sering keluar ketika belajar atau mengganggu temannya yang sedang belajar.Itu desebabkan karna kurangnya kasih sanyang atau perhatian guru.Maka dalam hal ini seorang guru harus memberikan perhatian atau kasish sanyang lebih kepada siswa-siswanya.
5.      Kurangnya perhatian keluarga terhadap keberhasilan siswa
Sama halnya dengan kasih sayang atau perhaitan guru.Keluarga merupakan tonggak utama dalam keberhasilan siswa. Kadang keluarga yang tidak memperhatikan keadaan anaknya akan sangat mempengaruhinya ketika belajar tidak semangat dan selalu kelihat resah ketika proses belajar mengajar berlangsung. Maka dalam hal ini keluarga harus mendukung ananknya dengan penuh kasih saying dan perhatian ketika siswa berada di sekolah ataupun ketika di keluarganya.
Dari penjelasan di atas jelas bahwa kurangnya motivasi siswa karna factor yaitu:
a.       Factor intrinsik yaitu factor yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
b.      Factor ekstrinsik yaitu factor yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa tidak mau melakukan sesuatu atau belajar.
 E.  UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Mengingat demikian pentingnya peranan motivasi bagi siswa dalam belajar, maka guru diharapkan dapat membangkitkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa-siswanya.Agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal, maka siswa harus memiliki motivasi belajar yang tinggi, namun pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dalam belajar.Di sekolah tidak sedikit siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.Untuk membantu siswa yang memiliki motivasi belajar rendah perlu dilakukan suatu upaya dari guru agar siswa yang bersangkutan untuk dapat meningkatkan motivasi belajarnya.
Dalam rangka mengupayakan agar motivasi belajar siswa tinggi, seorang guru menurut Winkel (1991 ) hendaknya selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.       Seorang guru hendaknya mampu mengoptimalisasikan penerapan prinsip belajar. Guru pada prinsipnya harus memandang bahwa dengan kehadiran siswa di kelas merupakan suatu motivasi belajar yang datang dari siswa. Sehingga dengan adanya prinsip seperti itu, ia akan menganggap siswa sebagai seorang yang harus dihormati dan dihargai. Dengan perlakuan semacam itu, siswa tentunya akan mampu memberi makna terhadap pelajaran yang dihadapinya
b.      Guru hendaknya mampu mengoptimalisasikan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran. Dalam proses belajar, seorang siswa terkadang dapat terhambat oleh adanya berbagai permasalahan. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kelelahan jasmani ataupun mental siswa.
Untuk itu upaya yang dapat dilakukan  seorang guru menurut Dimyati (1994 : 95) adalah dengan cara:
1.      memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di alaminya.
2.      meminta kesempatan kepada orang tua siswa agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktualisasi diri dalam belajar.
3.      memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar.
4.      menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar. Pada tingkat ini guru memperlakukan upaya belajar merupakan aktualisasi diri siswa.
5.      merangsang siswa dengan penguat memberi rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segala hambatan dan pasti berhasil.
c.       Guru mengoptimalisasikan pemanfataan pengalaman dan kemampuan siswa. Perilaku belajar yang ditunjukkan siswa merupakan suatu rangkaian perilaku yang ditunjukkan pada kesehariannya.
Sedaangkan menurut Yusuf (1992:25) mengemukakan bahwa untuk meningkatkan motivasi siswa, guru mempunyai peranan sebagai berikut :
  1. Menciptakan lingkungan belajar yang merangsang anak untuk belajar.
  2. Memberi reinforcement bagi tingkah laku yang menunjukkan motif.
  3. Menciptakan lingkungan kelas yang dapat mengembangkan curiosity dan kegemaran siswa belajar.
Dengan adanya perlakuan semacam itu dari guru diharapkan siswa mampu membangkitkan motivasi belajarnya dan tentunya harapan yang paling utama adalah siswa mendapatkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya. Tentunya untuk mencapai prestasi belajar tersebut tidak akan terlepas dari upaya yang dilakukan oleh guru dalam memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa agar dapat meningkatkan motivasi belajarnya.














BAB IV
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Berdasarkan uraian yang telah penulis paparkan mengenai permasalahan maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Masalah dalam proses belajar  sudah merupakan hal yang pasti ada di dunia ini, setiap masalah pasti ada solusinya, tergantung kepada gurunya bagaimana seorang guru mencari solusi terbaik dalam mengahdapi masalah yang ditimbulkan oleh siswa.
2.      masalah tidak akan bisa terselesaikan dengan amarah, bahkan itu akan membuat mental siswa menjadi lemah ataupun sebaliknya, karena setiap anak adalah spesial.
3.      Siswa yang malas atau kuarang suka belajar biasanya bukan kaarna itu sifatnya yang sesusungguhnya tapi siswa karna malas kurang mendaapat motivasi dari guru, keluarga, ataupun teman-temannya.
4.      Memberikan perhatian merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengatasi siswa yang tidak mau diatur, karena kebanyakan siswa yang tidak mau di atur dikarenakan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya.
5.      Dengan menggunakan solusi yang telah penulis paparkan di atas akan dapat mengatasi masalah siswa yang kurang motivasi.



B.     SARAN
Berdasarkan hasil penelitian penulis dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP PertiPadang dimasa yang akan datang maka penulis menyarankan:
1.      Kepada guru-guru untuk mencobakan solusi yang penulis jelaskan diatas dengan menambahkan berbagai cara tergantung sifat dan kebutuhan seorang anak.
2.      Peneliti lain dapat meneliti lebih lanjut dengan pembahasan lebih mendalam, karena penulis merasa bahwa penelitian ini masih belum sempurna.
3.      Sebagai guru kita hendaknya tidak hanya berperan sebagai pengajar (teacher) tapi juga sebagai pendidik (educator) dan pembimbing (guider).
4.      Guru juga sebagai motivator harus mampu menciptakan sesuatu yang dapat membuat siswa termotivasi untuk belajar.
5.      Agar tercapainya keberhasilan pendidikan hendaknya diawali dengan kerja sama yang baik antara komponen-komponen yang ada di dalam lembaga pendidikan dan juga diberikan sedikit motivasi sebelum pelajaran dimulai.
6.      Kepada seluruh siswa SMP PertiPadang agar dapat meningkatkan minat belajarnya, kesadaran akan kedisiplinan, kerajinan, menanamkan minat membaca, dan mengerjakan latihan terutama untuk Bahasa Inggris, pelajaran akan terasa mudah apabila sering di ulang.

1 komentar:

  1. Selamat Datang di Website OM AGUS
    Izinkan kami membantu anda
    semua dengan Angka ritual Kami..
    Kami dengan bantuan Supranatural
    Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
    Mengagumkan…Bisa Menerawang
    Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
    Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
    Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
    dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
    Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
    dengan sangat Membutuhkan
    Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
    OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
    dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

    Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami..Anda
    Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
    Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
    Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
    di jamin Tembus 100% silahkan:
    Hub : (OM AGUS)
    (085-399-278-797) atau klik http://togelmalaysia34.blogspot.com/

    BalasHapus